Sayembara Nazaruddin Berhadiah Rp100 Juta

Sayembara Nazaruddin Berhadiah Rp100 JutaBerita Terbaru, Hingga kini, keberadaan Muhammad Nazaruddin masih belum dapat terlacak. Meski tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan polisi pun belum mampu untuk memulangkan tersangka kasus suap wisma atlet SEA Games itu. Lambannya penegak hukum untuk membawa pulang mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu mendorong Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) untuk membuat sayembara.

Bagi siapa saja baik penegak hukum maupun masyarakat yang dapat membawa pulang Nazaruddin atau memberikan informasi keberadaan Nazaruddin akan diberikan hadiah berupa uang sebesar Rp100 Juta. Mengenai hadiahnya, LIRA mengaku bahwa uang sudah berada di bank dan jika sudah ada yang mampu menangkap Nazaruddin maka uang tersebut bisa langsung dicairkan. Sayembara ini dilakukan guna mempercepat penangkapan Nazaruddin ke KPK.

Selain itu, sayembara ini sebenarnya sebagai stimulan juga bagi penegak hukum untuk segera menangkap Nazaruddin. “Jadi bisa membuat penegak hukum bergerak lebih cepat dibanding masyarakat. Ini juga untuk pertaruhkan reputasi penegak hukum, lebih cepat mana mereka atau masyarakat,” ujar Jusuf Rizal selaku Presiden LIRA. Jusuf menjelaskan, LIRA meyakini masih banyak lagi pihak-pihak yang terlibat di Banggar tidak hanya oknum Partai Demokrat saja, tapi juga partai lain. Karena itu LIRA menyakini apa yang menjadi statement Nazaruddin megandung banyak kebenaran, namun itu perlu dibuktikan dengan memprosesnya secara hukum agar siapa-siapa yang terlibat dikut digulung.

“Karena itu Nazarudin harus ditangkap atau menyerahkan diri, agar dapat membuka siapa-siapa yang terlibat dalam skandal korupsi Nazaruddin Gate sehingga semua bisa terang benderang. Agar bisa dibuka kemana saja aliran dana haram hasil korupsi itu,” ujar Jusuf.

Sayembara Rakyat ini juga sekaligus agar Nazarudin jangan sampai “dihabisi” lebih dulu oleh kelompok-kelompok yang merasa gelisah dan ketakutan bilamana Nazarudin “berkicau”. “Jadi lebih baik Civil Society Organization dulu yang menangkap sehingga masyarakat turut mengawasi secara transparan terhadap setiap proses hukumnya,” tegas Jusuf Rizal.

Nazaruddin pergi ke Singapura untuk berobat sebelum dicegah ke luar negeri oleh KPK. Hingga kini, keberadaan Nazaruddin masih simpang siur. Interpol pun turun tangan dan memasukkan Nazaruddin ke daftar buronan internasional. KPK sudah menetapkan Nazaruddin sebagai salah satu tersangka dalam kasus suap wisma atlet. Dalam persidangan Manajer Marketing PT Duta Graha Indah, Muhammad El Idris, Nazaruddin disebut menerima 13 persen aliran dana dalam proyek tersebut.

Comments are closed.