SBY Desak Kapolri Bekuk Nazaruddin

Author - July 1, 2011

SBY Desak Kapolri Bekuk NazaruddinBerita Terbaru, Dianggap telah berusaha untuk menghindar dari hukum, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga sebagai pembina Partai Demokrat ikut turun tangan dalam pencarian salah satu kader Demokratnya yang bermasalah yakni Mohammad Nazaruddin. SBY mendesak kepada Kepala Polisi RI dan seluruh pasukannya untuk terus mencari dan menangkap mantan Bendahara Partai Demokrat itu.

“Presiden telah memerintahkan secara langsung kepada Kapolri untuk mencari, menangkap dan membawa Nazaruddin di Singapura,” ujar Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden, 1 Juli 2011. SBY berharap Nazaruddin segera ditemukan dan dibawa pulang ke Indonesia untuk memenuhi proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Julian, sebelumnya juga SBY telah memerintahkan kepolisian untuk saling berkoordinasi dengan KPK setelah KPK resmi menetapkan status Nazaruddin sebagai tersangka.

Hal ini dilakukan SBY untuk meluruskan penafsiran masyarakat tentang SBY yang selama ini berkembang bahwa Presiden tidak memperhatikan kasus ini. Untuk diketahui, selama pergi ke Singapura — pada Senin 23 Mei 2011 — Nazaruddin belum pernah sekalipun pulang. Ia bahkan mangkir tiga kali dari panggilan KPK untuk bersaksi. Pengacaranya, OC Kaligis, memastikan kliennya tidak mungkin kembali ke Indonesia dalam waktu singkat. Ia enggan pulang ke tanah air. Menurut dia, ada beberapa hal yang membuat Nazaruddin enggan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat.

Pertama, Nazaruddin sudah dicekal sebelum dijadikan tersangka. Kedua, Nazaruddin merasa diperlakukan sebagai tersangka, padahal statusnya masih sebagai saksi dalam kasus suap pembangunan wisma atlet SEA Games, Palembang. KPK baru Kamis 30 Juni 2011 menetapkan Nazar sebagai tersangka.

Meski demikian, Nazaruddin terus melancarkan serangan dari Singapura. Dalam BBM-nya yang terakhir setelah ditetapkan sebagai tersangka, Nazar kembali ‘bernyanyi’. Dia antara lain menuding Partai Demokrat menerima aliran dana suap pembangunan wisma atlet tersebut, sebesar Rp9 miliar.

Comments are closed.