Sejarah dan Cara Membuat Crop Circle

Author - January 25, 2011

Sejarah dan Cara Membuat Crop CircleBerita Terbaru, Membahas masalah munculnya fenomena Crop Circle beberapa hari lalu di Sleman, Yogyakarta, Indonesia. Mungkin masih banyak orang yang merasa bingung dengan apa yang dimaksud dengan crop circle dan hal-hal apa saja yang mendukung terjadinya crop circle. Crop Circle merupakan sebuah bentuk lingkaran simetris yang biasanya terjadi pada lahan persawahan. Fenomena ini bukanlah hal yang aneh lagi dan bukanlah untuk yang pertama kalinya. Sebelumnya, kejadian seperti ini sering terjadi di Inggris dan Amerika Serikat. David Kingston, seorang peneliti crop circle, menyatakan bahwa fenomena tersebut diduga sudah terjadi sejak abad 17. Dalam tulisannya yang berjudul “The History of Crop Circles,” Kingston mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengamati fenomena ini sejak pertama kali melihatnya pada 1976.

Kingston melihat tiga bulatan terpisah yang berukuran diameter enam kaki, bercahaya terang, beterbangan di atasnya selama tiga jam di puncak Bukit Clay, lalu bergabung menjadi satu bulatan dan lalu bercerai lagi. Lalu tiba-tiba salah satu bulatan itu turun sekitar 30 kaki dan meluncur ke sebuah ladang di dasar Bukit Clay. Saat fajar, Kingston melihat sebuah lingkaran di sebuah ladang gandum di kaki bukit itu. Saat diperiksa, tak ada tanaman yang patah, hanya lingkaran bulat penuh rata berdiameter 30 kaki. Saat itulah Kingston menyadari telah melihat langsung fenomena yang pada tahun 1966 menggemparkan Australia. Sejak itu, Kingston berusaha mendalami crop circle.

Dalam pencariannya itu, Kingston menemukan dalam literatur Prancis mengenai fenomena aneh di pinggir kota Lyon. Seorang pendeta di Lyon menyebutkan sebuah “karya setan” di sebuah ladang gandum yakni “lingkaran rata.” Beberapa petani juga mengaku kepada Kingston pernah melihat yang sama, namun tak ada gambar. Ada juga pilot yang bercerita kepada Kingston melihat lingkaran-lingkaran aneh dan bahkan mengambil gambar tersebut. Lingkaran-lingkaran itu ternyata bukan hanya muncul di ladang gandum, namun juga di rumput dan bahkan tanaman seperti bit, tebu dan sawah seperti terjadi di Jepang. Bahkan di Afghanistan, ada yang melihat lingkaran serupa di salju pegunungan yang bertinggi 4.000 meter di atas permukaan laut.

fakta membuktikan, sekitar 80 persen formasi crop circle secara ilmiah terbukti adalah buatan manusia atau hanya kabar bohong (hoax). Hanya 20 persennya yang belum diketahui penyebab pastinya — apakah kerjaan alien, konspirasi pemerintah, atau karena faktor cuaca. Badan Antariksa AS, NASA bahkan menolak ide mentah-mentah crop circle dikaitkan dengan UFO. “Crop circle dibuat oleh manusia sebagai lelucon,” jawab ilmuwan senior NASA, David Morrison seperti dimuat laman astrobiology.nasa.gov.

Kata Morrison, itu adalah pertanyaan yang mudah dijawab. “Karena pelaku aslinya telah mengaku dan menunjukkan bagaimana mereka melakukannya,” tambah dia. Bahkan dalam laman Circlemakers.org ada situs tentang informasi crop circle, forum, bahkan instruksi bagaimana membuat crop circle yang bisa diunduh. Serumit apapun kelihatannya, bisa jadi caranya ternyata sederhana. Salah satunya menggunakan papan yang diinjak.

Comments are closed.