Sejarah Hari Valentine

Author - February 14, 2011

Sejarah Hari ValentineBerita Terbaru, Meski tidak mengetahui apa sejarah dari valentine, banyak orang yang mengikuti budaya ini sebagai hari kasih sayang bagi pasangannya. Namun, tahukah anda bagaimana awal mula terjadinya hari valentine? Pada abad ketiga di Roma, ada seorang pastor yang bernama Pastor Valentine. ia adalah seseorang yang keras dalam menantang Kaisar Romawi Claudius II yang melarang para lelaki muda untuk menikah. Kala itu, Kaisar Claudius sedang ingin membangun militer yang kuat dan berpikir jika pria lajang akan menjadi prajurit yang baik dan kuat.

Hal tersebut, membuat Pastor Valentine merasa tidak adil dan kemudian Valentine melakukan upacara perkawinan rahasia tanpa sepengetahuan Kaisar Claudius. Namun usaha tersebut gagal dan Valentine tertangkap oleh orang suruhan Kaisar. Hingga akhirnya, Valentine dihukum mati. Tragisnya, pastor itu dipenggal di depan umum karena menolak telah mencela nama Kristus. Ia dijatuhi hukuman mati pada tanggal 14 Februari dan disaat itulah gereja menetapkan hari kematian Valentine sebagai hari kasih sayang untuk menghormati kehidupan heroiknya.

Menurut asisten wakil presiden Saint Joseph University Philadelphia Philip Florio, nama Valentine tak terkait dengan romantis dan cinta hingga abad 14 ketika Geoffrey Chaucer memasukkan Hari Santo Valentine ke dalam puisi cintanya ‘The Parliament of Fowls’. Hari Valentine berikutnya pun dikaitkan dengan kepahlawanan dan cinta romantis selama berabad-abad.

Bunga, permen dan kartu ucapan membantu kaum pria dan wanita menyatakan cinta mereka satu sama lain. Pada 1868, Richard Cadbury merilis kotak cokelat Hari Valentine pertama, diikuti pada 1902 dengan ‘percakapan’ hati pertama dari Perusahaan Biskuit New England. Pada 1840, Esther A. Howland menciptakan kartu Valentine komersial pertama di Amerika Serikat (AS).

Pada 1913, Perusahaan Hallmark memproduksi kartu Valentine pertama. Menurut National Retail Federation (NRF) pada 2011, konsumen rata-rata menghabiskan US$116 (Rp 1 juta) dan diharapkan mencapai US$15,7 miliar (Rp 140 triliun) untuk Hari Valentine. Kartu ucapan pun masih tetap menjadi pilihan populer, tercatat hampir 55% kado Hari Valentine terdapat kartu ucapan yang diikuti permen dan bunga.

Comments are closed.