Selama 20 Tahun, Wanita Cantik ini Dipasung

Author - January 22, 2011

Selama 20 Tahun, Wanita Cantik ini DipasungBerita Terbaru, Selama 20 tahun, wanita cantik itu hanya bisa pasrah berada di sebuah ruangan berukuran dua kali dua meter yang menjadi tempat pemasungannya. Yang ia lakukan hanyalah duduk dan berbaring di atas tempat tidur yang terbuat dari kayu. Dia adalah Siti Nuryalina Purba (41), wanita cantik yang sudah 20 tahun hidup dalam pasungan. Rupanya, perlakuan tersebut tidak diberikan kepada Siti saja, bahkan sang adik yang bernama Janter pun ikut menjadi pasungan keluarganya. Pihak keluarga terpaksa melakukan itu semua dikarenakan Janter dan Siti mengalami kelainan jiwa. Sesekali ia sering mengamuk, maka dari itu pihak keluarga memutuskan untuk memasung keduanya di sebuah ruangan berukuran 2×2 meter. Janter dan Siti dipasung dalam ruangan yang berbeda. Kaki kiri Siti Nuryalina Purba yang akrab dipanggil Butet itu, diikat dengan rantai besi sepanjang satu meter. Mereka berdua menghabiskan waktunya di dalam pasungan, termasuk untuk buang hajat. Akibatnya, bau tak sedap menyeruak dari dalam ruangan. Sungguh malang nasib keduanya, meski begitu Siti tetap terlihat riang saat ada orang yang mengunjunginya. Begitu juga dengan salah seorang wartawan yang mengunjunginya, Siti menyapanya dengan baik, bahkan ia terlihat senang dengan mengatakan “Good morning, good mornig, sini-sini foto aku ya, kan artis,”. Berbeda dengan reaksi Janter saat dikunjungi, ia selalu terlihat diam disaat orang menyapanya, bahkan saat ia diberikan kue dan buah pun Janter tetap bersikap dingin. Ibu Butet, Bungani Boru Saragih Munthe, menuturkan kisah sedih yang dijalani anak-anaknya hingga berakhir di pasungan. Ketika bercerita, Bungani berkali-kali meneteskan air mata, terutama saat Butet ditemukan melahirkan sendiri di dalam pasungan. Butet tinggal bersama bibinya di Lawe Deski, Kampung Karo, Aceh Tenggara, hingga tamat SMA. Ketika itu, bibinya sering bertindak kasar pada Butet. Sebenarnya, penyakit jiwa Butet mulai muncul sejak duduk di bangku SMA. Usai tamat menyelesaikan pendidikan tingkat SMA, perilaku aneh dan kasar Butet makin menjadi-jadi, seperti mencuri barang-barang tetangga, hingga menganiaya ibunya. Tetangga yang tak senang melihat perilaku Butet, mengadu ke kepala desa, yang selanjutnya diteruskan ke personel TNI. Personel TNI pun menganiaya ayah Butet dan memaksa agar ayahnya, Samsudin Purba, memasung anaknya agar tidak mencuri dan menganiaya tetangga lagi. Akhirnya sejak 1990, Butet pun dipasung oleh ayahnya.”Kami tak punya uang untuk membawanya berobat, yah terpaksa kita ikuti permintaan tetangga,” katanya. Sejak saat itu dunia Butet hanya sebatas kamar berukuran dua kali dua meter.

Comments are closed.