Sengketa Lahan SMAK Dago Berujung Kerusuhan

Author - July 18, 2011

Sengketa Lahan SMAK Dago Berujung KerusuhanBerita Terbaru, Hak kepemilikan atas lahan Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Dago yang berada di jalan Ir.H.Juanda, Dago, Bandung hingga kini masih berbuntut panjang. Dua pihak yang mengaku menjadi kepemilikan lahan tersebut, tadi sore (18/7/2011) saling bentrok dan saling membawa massa hingga akhirnya kerusuhan pun tidak dapat dihindari. Akibatnya, sebuah mobil pun menjadi aksi keganasan para massa yang menyerang kompleks sekolah tersebut. Demi menghindari hal yang tidak diinginkan, kepolisian setempat segera mengamankan jalan setempat dan menutup akses jalan menuju ke Dago dengan alasan keamanan.

Terlihat ratusan motor yang diantaranya adalah komunitas Ambon membuat kericuhan dengan dilengkapi senjata tajam seperti pisau dan panah. Kejadian mulai terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan para massa yang menyerang langsung menyegel pintu masuk menuju SMAK Dago dan menancapkan satu buah papan pengumuman serta memasang spanduk di gerbang utama sekolah yang berisi pernyataan bahwa yang berhak menguasai lahan seluas 19.640 meter persegi itu adalah Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK).

Mereka mengaku telah memiliki kekuatan hukum berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor 245/Pdt/G/1991, Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 218/Pdt/1992/PT Bandung, putusan Mahkamah Agung RI Nomor 58 PK/Pdt/1995, dan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 74/G/TUN/2002/PTUN JKT.

Koordinator massa, Bastian Wangge, mengaku mendapat kuasa dari pengacara pihak PLK untuk mengeksekusi dan menduduki lahan yang sekarang menjadi tempat berdirinya SMAK Dago. Saat ini, lahan tersebut ditempati Yayasan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat. “Kami tidak berniat untuk menghentikan atau mengganggu proses belajar mengajar. Siswa silakan bersekolah,” kata Bastian, sambil menerangkan bahwa pihaknya akan bertahan di sana hingga 10 hari.

Suasana Jalan Dago pun hingga berita ini diturunkan masih mencekam. Ruas jalan yang selama ini menjadi ikon Kota Bandung tersebut, tertutup dari lalu lalang kendaraan menyusul bentrokan perebutan lahan. Arus kendaraan mulai terganggu sejak perempatan jembatan layang Pasopati hingga ke pertigaan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) depan RS Borromeus.

Comments are closed.