Seorang Perempuan Melahirkan Dalam Pasungan

Author - May 31, 2012

Seorang Perempuan Melahirkan Dalam Pasungan, seorang perempuan itu dipasung karena dia mengalami gangguan sakit jiwa, dan seorang perempuan itu melahirkan saat dia dipasung, dia melahirkan dalam pasungan itu, sangat mengagetkan orang-orang sekitarnya. Tetapi harus gimana lagi, mungkin perempuan itu harus semestinya melahirkan saat perempuan itu dipasung. Perempuan yang dipasung itu adalah Butet. Dan Butet bisa melahirkan saat dia dipasung, karena Butet telah di perkosa oleh beberapa pemuda-pemuda secara bergiliran.

Desakan warga yang berujung pada penganiayaan terhadap Samsudin Purba, ayah Siti Nuryalina Purba oleh oknum TNI, memaksa keluarga Purba memasung Butet -demikian Siti Nuryalina dipanggil- di dalam kamar berukuran dua kali dua meter.

Di kamar yang dindingnya terbuat dari kayu dan berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya itulah Butet melalui hari-harinya dengan kaki kiri dirantai. Kepedihan hidup Butet tak berhenti sampai di sini. Suatu malam, saat tertidur, segerombolan pemuda tidak dikenal menjebol dinding papan tempat Butet dipasung. Butet pun diperkosa bergilir oleh pemuda-pemuda keji di kampungnya.

Butet pernah bicara kepada ibunya, bahwa dia diperkosa oleh para pemuda secara bergantian, tetapi ibunya Butet tidak percaya dengan omongan Butet, karena ibunya Butet masih menganggap Butet itu gila, jadi ibunya Butet pun sangat tidak percaya dengan ceritanya Butet, tetapi ibnya Butet juga merasa heran dengan Butet, bahwa Butet bisa hamil dan sampai melahirkan ditempat pasungan Butet.

Lagi-lagi lantaran alasan keuangan, orangtua Butet tidak pernah memeriksakan puterinya ke bidan. Hingga saat pagi, mereka dikejutkan tangis seorang bayi dari kamar Butet. Dalam kejadian malam itu hujan ibunya Butet pun tidak mendengar suara atau jeritan Butet. Padahal saat itu, Butet tetap dalam pasungan. Ibunya Butet pun hanya memanggil dukun beranak untuk membantu persalinan Butet yang sedang melahirkan.

Tak sempat untuk menimang anaknya Butet, orangtua Butet menyerahkan anaknya kepada keluarga yang belum mempunyai anak. Berharap anak Butet diurus dengan baik dan dapat hidup normal. Untuk menghindari perbuatan keji dari pemuda setempat, Butet pun dipindahkan orangtuanya ke tempat lain, namun masih di sekitar Kota Cane, Aceh Tenggara.

Sejak saat itu orang tua Butet berusaha untuk menyembuhkan Butet, sudah beberapa rumah sakit jiwa yang telah didatangi oleh ibunya Butet, agar Butet dapat sembuh dari gilanya, setelah Butet melaksanakan penyetruman dirumah sakit jiwa, Butet hanya mampu bertahan dua minggu untuk sadarkan dirinya, tidak lama dari itu Butet kembali lagi menjadi gila, dan tidak sembuh-sembuh sampai sekarang. Ibunya pun sudah merasa menyesal dengan ketidak sembuhannya Butet dari sakit jiwanya. Dan akhirnya Butet pun dipasung kembali.

Seorang Perempuan Melahirkan Dalam Pasungan

Comments are closed.