Setjen DPR Bantah Adanya Anggaran Pulsa Anggota

Author - May 12, 2011

Setjen DPR Bantah Adanya Anggaran Pulsa Anggota – Setelah isu tentang anggaran pulsa anggota DPR yang mencapai Rp 151 Miliar pertahun mencuat, Sekretariat Jendral (Setjen) DPR dengan tegas membantah bahwa isu itu tidak benar. Perwakilan Setjen DPR menyebutkan bahwa anggota tidak pernah mendapatkan anggaran pulsa seperti yang di isukan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Perencanaan dan Pengawasan Kesetjenan DPR Adil Rusli, Kamis, 12/5/2011. Adil Rusli mengatakan bahwa anggaran pulsa itu tidak pernah ada, yang ada hanya biaya pulsa untuk sms ‘gateway’ sebesar Rp 96 juta.

Ia menjelaskan, biaya sms ‘gateway’ Rp 96 juta itu sendiri berasal dari anggaran Kesetjenan dan digunakan untuk menyampaikan informasi dan undangan perihal rapat-rapat DPR. Namun Adil menambahkan anggaran tersebut hanya diperuntukkan khusus untuk 560 anggota DPR saja.

Pernyataan Adil Rusli sendiri di amini oleh Darmayanti selaku Kepala Pusat Pengkajian Pengolahan Data dan Informasi (P3DI) DPR. Ia mengatakan, anggaran sms ‘Gateway’ yang berjumlah Rp 96 juta tersebut dari bulan Januari sampai dengan April 2011 baru menyerap anggaran sebesar Rp 15 juta-an.

Jadi dengan tegas Darmayanti menyatakan bahwa anggaran pulsa yang di isukan tersebut tidak pernah ada. Semua anggaran diperuntukkan bagi alat kelengkapan anggota dewan yang bersifat kelembagaan, bukan bersifat pribadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, isu anggaran ini berkembang setelah Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) merilis data-data tentang anggaran pulsa anggota dewan. Dari penelusuran LSM ini, tiap anggota dewan mendapat jatah pulsa Rp14 juta per bulan, dan alokasi isi pulsa sebesar Rp168 juta per tahun, dengan total keseluruhan mencapai Rp 151 Miliar dari 560 anggota DPR.

Comments are closed.