Tetangga Dengar Ibu Balita yang Dibunuh

Author - June 13, 2012

Tetangga Dengar Ibu Balita yang Dibunuh, Tangisan Mei Diriana terdengar memecah keheningan malam. Ibunda Mei, Samsiah dan suaminya, Rifai, tergesa-gesa membawa bocah 2 tahun itu ke klinik terdekat. Tapi malang, nyawa Mei tak tertolong.

Tetangga Rifai, Wardi (41), mengaku mendengar tangisan Mei pada Selasa 12 Juni sekitar pukul 18.30 WIB. Tadi malam pukul 18.30 WIB, anaknya nangis. Tetapi lama-lama kok diam. Sebelum diam,Wardi sempat dengar suara ‘gedebuk’, suara apa saya nggak tahu.

Tidak lama kemudian, lanjut Wardi, Rifai dan Samsiah membawa Mei dengan mengendarai motor.

Anaknya ditutupi sama jaket. Dia tidak sempat lihat bagaimana kondisi anaknya. Tidak lama kemudian, suami pulang mau ambil mobil. Terus saya tanya, mau ke mana. Ini dibawa ke Klinik Medika, katanya mau diinfus. Dirawat sama neneknya juga.

Wardi juga mendengar Samsiah berteriak-teriak. “Saya sempat dengar istrinya teriak-teriak, lo apain anak gue Li (Ali panggilan Rifai),” ujar dia.

“Saya baru ngeh, istrinya kasih kode sama saya, mukul-mukul suaminya. Ternyata itu kode anaknya dipukul sama suaminya,” lanjut Wardi.

Wardi menambahkan Samsiah bersama polisi kembali ke rumah pada Rabu sekitar pukul 07.30 WIB. Samsiah diketahui sebagai istri kedua Rifai.

Istrinya bilang anaknya sudah meninggal. Dan dia membawa baju, kemudian dia akan pergi ke Sukabumi.

Tetangga Dengar Ibu Balita yang Dibunuh

Comments are closed.