Twitter & Facebook Dilarang Disebut di Prancis

Author - June 6, 2011

Twitter & Facebook Dilarang Disebut di PrancisBerita Terbaru, Sesuai dengan peraturan pemerintah Prancis pada tahun 1992, yang melarang bagi warganya untuk menyebutkan merek atau layanan tertentu, karena dianggap sebuah iklan. Karena peraturan tersebut, kini dua situs jejaring sosial ternama yakni Facebook dan Twitter pun terkena dampaknya. Kata Facebook dan Twitter dilarang disebutkan karena dianggap sebuah iklan. Bahkan, kedua merek tersebut juga telah disensor di TV dan radio. Mengapa?

Facebook dan Twitter merupakan situs jejaring sosial yang paling populer di seluruh dunia. Sudah jelas jika merek dagang tersebut memiliki harga hingga miliaran dolar. Itulah sebabnya kedua kata tersebut dilarang untuk disebutkan karena memberikan keadilan kepada situs lainnya yang juga ingin diakui dan butuh untuk disebutkan namanya. “Jika Facebook dan Twitter banyak disebut orang di TV dan radio, secara kompetisi ini jadi tidak adil bagi situs-situs serupa lainnya,” ujar Christine Kelly, juru bicara Badan Penentu Kebijakan Audio Visual Prancis (CSA).

Seorang blogger bernama Matthew Fraser mengatakan bahwa Facebook dan Twitter adalah simbol dominasi budaya Anglo Saxon, sama seperti Apple, MTV, McDonald’s, dan Disneyland. Prancis memang dianggap terlalu melindungi diri dari serangan budaya Anglo Saxon, terutama Amerika. Pada 2003, Prancis juga telah melarang penyebutan email pada setiap komunikasi umum. Apakah ada hukumannya jika ada orang yang menyebutkan kedua kata tersebut?

Comments are closed.